ikan

Minggu, 29 Januari 2023

ATURAN DASAR NETIKET

ATURAN DASAR NETIKET

Berinteraksi di dunia maya, baik itu dengan email, chatting, mailing list atau yang lainnya diperlukan aturan yang disebut netiket (asal kata net: internet dan etiquette: etika). Pertama: Ingatlah bahwa kita berinteraksi dengan manusia. Jangan lupa bahwa orang yang membaca email atau posting kita benar-benar manusia yang memiliki perasaan. Sehingga: 1. Jangan berteriak - gunakan huruf kapital dengan bijaksana. Tidak baik melukai perasaan orang

lain,

2. Jangan menggunakan kata-kata yang bersifat sarkasme,  

3. Jangan pernah mengirimkan email atau posting tentang hal-hal yang tidak akan pernah Anda ucapkan secara langsung kepada si pembaca.

Kedua: Standar perilaku di dunia nyata berlaku pula di dunia maya. Konsekuensinya:

1. Jaga keetisan,

2. Melawan hukum adalah netiket yang buruk.

Ketiga: Ketahuilah di mana Anda berada di dunia maya. Maka:

1. Netiket bervariasi dari satu domain ke domain lainnya, 2. Tunggulah sambil mengamati (dengan membaca posting-posting sebelumnya) domain yang

akan Anda masuki sebelum Anda berinteraksi di dalamnya. Keempat: Hargailah waktu dan bandwidth orang lain. Konsekuensinya:

1. Tidak mengapa jika Anda menganggap apa yang sedang Anda kerjakan saat ini merupakan hal

yang terpenting di jagad raya. Namun, jangan berharap bahwa orang lain akan berpikiran sama, 2. Kirim pesan (posting) pada grup diskusi yang sesuai. Tetaplah pada topik diskusi, jika pesan

Anda tidak sesuai dengan topik yang ada, jangan kirimkan pesan tersebut, 3. Usahakan untuk tidak menanyakan hal bodoh pada grup,

4. Baca dahulu FAQ (Frequently Asked Questions) sebelum mulai bertanya.

5. Gunakan email japri (jalur pribadi) untuk hal yang bersifat personal daripada mengirimkannya

kepada grup,

6. Jangan membuang waktu pembaca yang sudah mahir dengan mengirimkan informasi yang

mendasar.

Kelima: Jangan membuat bingung pembaca. Caranya: 1. Buat email seperti kartu pos. Jaga supaya pesan Anda singkat saja. 2. Jangan terlalu berlebihan dalam mengutip. Dalam membalas pesan kutiplah hanya hal yang

penting untuk dibalas.

3. Tulis dan ejalah dengan benar. Tulis seperti Anda menulis sebuah surat.

4. Jaga supaya signature paling banyak empat baris saja,

5. Cek ulang di Web jika Anda mendapat email tentang virus. Jika Anda tidak pasti tentang hal tersebut, jangan meneruskan email tadi ke orang lain.

6. Jangan mengirim spam. 
Nah patuhi netiket diatas


Link teman"



Rudy Habibie seorang genius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat pesawat terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas yang dengan jalur karier terbuka lebar untuknya.

Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka menikah dan terbang ke Jerman

Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.

Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas.




Pagi itu seperti pagi hari biasanya. Matahari terbit di timur menyinari pulau ini. Papua, pulau paling timur dari Indonesia, yang cahaya matahari selalu meneranginya terlebih dahulu. Namun, tidak bagi Mazmur, Thomas dan teman-temannya. Pagi itu mereka masih menunggu kedatangan cahaya itu, cahaya yang akan menerangi mereka dari gelapnya kebodohan, tetapi seperti hari-hari yang telah berlalu cahaya itu tak kunjung datang... GURU!

Mazmur setiap hari selalu menunggu kedatangan guru pengganti di sebuah lapangan terbang tua, satu-satunya penghubung kampung itu dari kehidupan di luar sana. Kampung mereka berada di daerah pegunungan tengah Papua, yakni daerah yang cukup sulit untuk dijangkau. Pagi itu ia memandang penuh harap ke langit, semoga hari itu ada pesawat yang datang dan membawa guru pengganti karena sudah 6 bulan tak ada guru yang mengajar. Setelah Mazmur melempar pandangannya kepada Bapak Yakob, seorang pria berumur yang masih menjaga tradisi, dan dari Bapak Yakob, Mazmur tahu guru tidak juga datang. Dia pun berlari ke sekolah dan memberi kabar kepada teman-temannya, Thomas, Yokim, Agnes dan Suryani yang dengan setia selalu menunggu kabar itu.

"Guru pengganti belum datang. Kita menyanyi saja," kembali kalimat itu yang keluar dari mulut Mazmur.

Karena guru tidak pernah datang akhirnya kelima anak ini mencari pelajaran di alam dan lingkungan sekitar. Lewat pendeta Samuel, ibu dokter Fatimah, Om Ucok dan Om Jolex mereka mendapatkan banyak pengetahuan. Namun, sebuah kejadian mengubah semua itu, Ayah Mazmur terbunuh oleh Joseph, ayah dari Agnes, dan paman dari Yokim dan Suryani.

Pertikaian antar kampung tak bisa dihindari. Kabar kematian Blasius ayah Mazmur sampai kepada Michael, adik dari Blasius yang sejak kecil diambil oleh mama Jawa yang tinggal dan belajar di Jakarta. Michael terpukul mendengar itu, lalu bersama Vina istrinya, dia memutuskan untuk kembali ke Papua dan mencoba menyelesaikan permasalahan ini. Namun tidak segampang yang dipikirkannya, karena adik bungsunya Alex menentang semua pemikiran modern dari Michael. Perang! Itu jalan satu-satunya bagi Alex untuk membalas kematian Blasius. Orang dewasa bisa saja bertikai, tetapi tidak bagi Mazmur, Thomas dan ketiga sahabatnya, walaupun kampung mereka bermusuhan, ayah Mazmur terbunuh oleh ayah Agnes, tetapi mereka tetap berkawan dan berusaha mendamaikan kedua kampung ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar